Saturday, December 1, 2012

Pertama di Dunia, Australia Seragamkan Kemasan Rokok


Liputan6.com, Canberra : Aturan pembatasan rokok di Australia makin ketat. Ia menjadi negara pertama di dunia yang menyeragamkan kemasan rokok. Tak boleh ada merek dan logo besar perusahaan, juga warna tertentu dalam kemasan. 

Kemasan berwarna-warni dari pabrik diganti dengan bungkus yang seragam berwarna hijau atau coklat, suram, dan memuat pesan anti-rokok dan gambar mengerikan tentang akibatnya pada tubuh manusia, misalnya gigi yang keropos dan kebutaan akibat kanker. 

Lalu, bagaimana cara membedakan satu merek dengan yang lainnya? 

Masih ada nama perusahaan dan varian rokok yang ditulis di bagian bawah kotak kemasan. Tapi dengan huruf kecil-kecil. "Ini adalah nafas terakhir dari industri (rokok) yang sedang sekarat," kata Menteri Kesehatan 
Australia Tanya Plibersek, seperti dimuat BBC (1/12/2012)

Penyeragaman itu, dia menambahkan, akan mematikan citra dan kepribadian yang ingin dibentuk oleh sebuah kemasan rokok. "Sekali menyingkirkan kode warna dan gambar, menggantikannya dengan peringatan kesehatan yang besar, kesan glamor produk rokok akan menghilang."

Ini tentu saja kabar buruk bagi perusahaan rokok di Negeri Kanguru. Sebab, bungkus rokok adalah platform terakhir bagi mereka untuk mengiklankan produknya. 

Iklan di televisi dan radio telah dilarang pada 1976. Disusul pelarangan di koran pada tahun 1989. Sementara, sponsor tembakau pada ajang olahraga dan budaya dilarang pada 1992. 

Perang rokok

Perang Pemerintah Australia terhadap rokok dipimpin Nicol Roxon, yang pernah menjabat sebagai Menteri Kesehatan. Dipicu kematian ayahnya akibat penyakit terkait rokok saat Roxon berusia 10 tahun. 

Pemerintah mengklaim 15.000 perokok tewas setiap tahunnya. Yang menimbulkan biaya sebesar AU$ 30 miliar atau setara Rp 300 triliun yang harus ditanggung masyarakat. 

Perang terhadap rokok menargetkan turunnya jumlah warga perokok dari 16 persen dari populasi tahun 2007 menjadi kurang dari 10 persen di tahun 2018.

Pada Mei 2011, Dewan Kanker Australia merilis sebuah kajian yang mengarahkan pada penyeragaman kemasan rokok. Berdasarkan bukti yang ada, kemasan memainkan peranan penting mendorong kaum muda untuk mencoba lintingan tembakau.

Kebijakan pemerintah ini mendapat tentangan keras dari konsorsium perusahaan-perusahaan rokok, termasuk Phillip Morris, Imperial Tobacco, dan British American Tobacco (BAT).

Juru bicara BAT, Scott McIntyre, mengatakan, kemasan polos justru menyesatkan. "Tidak akan membuat orang berhenti merokok. Sebab, rokok kemasan bermerek akan diselundupkan," kata dia. 

Perusahaan pun dipaksa menghadapi ancaman penyelundupan dengan cara memotong harga. "Agar tetap kompetitif," kata dia.
====================
Apakah Indonesia sebaiknya mengikuti hal ini?
kalo di Indonesia kan malah berlomba lomba membuat kemasan yang keren dan bagus..hoho..^^"

1 komentar:

.Abon Jamur AILANI said...

nah setuju ni sama yg begini
kapan indonesia??

salam kenal.mampir blog kami ya
www.abonjamurailani.blogspot.com

Post a Comment

 
;